Ketika mendapat kenikmatan, kita bahagia dan bersyukur kepada Allah. Bagaimana jika sebaliknya? Yuk, kita simak penjelasannya
Adik-adik manis, ketika terbangun di tengah malam apa yang kalian lakukan? Langsung tidur lagi kah? Ada amalan yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tuntunkan ketika kita terjaga di tengah malam.
Ketika Allah Ta‘ala menghendaki hidayah bagi seorang hamba, Dia akan memudahkan jalan menuju kebaikan, meski lewat cara yang tak terduga. Hal inilah yang dialami seorang laki-laki yang ditemui Abdul Wahid bin Zaid saat rombongannya terdampar di sebuah pulau.
Adik-adik rahimakumullah, ada salah satu fitnah besar yang akan muncul di akhir zaman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan dan memberikan petunjuk agar selamat darinya.
Bumi adalah amanah besar dari Allah Ta’ala yang harus kita jaga. Kita bisa menjaga bumi, mulai dari hal-hal kecil seperti mengurangi, memilah, dan mengolah sampah. Kita juga bisa membuat sabun ramah lingkungan seperti yang dilakukan Uwais dan Fathimah.
Pernahkah adik-adik mendengar, kisah tiga orang yang terjebak dalam gua? Mereka lalu berdoa dengan menyebutkan amal-amal shalih yang telah mereka lakukan.
Setelah beberapa hari tidak pulang, akhirnya abi datang. Yeay! Abi membawa sesuatu. Apa itu?
Ketika berjihad di Hurmuzan, sahabat Abu Musa Al-Asy’ari menemukan jasad Nabi Daniel. Penduduk Hurmuzan meminta hujan melalui jasad tersebut. Lalu apa yang dilakukan oleh Abu Musa Al-Asy’ari?
Pernahkah adik-adik mendengar kisah Nabi Yusya’ ‘alaihissalam? Beliau adalah nabi yang diutus untuk Bani Israil. Allah Ta’ala memberinya sebuah keistimewaan yang luar biasa: matahari tertahan hingga beliau menyelesaikan peperangan.
Kesyirikan pertama kali muncul pada masa Nabi Nuh, ketika manusia mulai berlebihan memuliakan orang saleh yang sudah meninggal hingga akhirnya disembah. Sebelumnya, sejak zaman Nabi Adam, manusia masih bertauhid.