Hamnah asik sekali menggambar sampai-sampai krayonnya berantakan. Ketika Hamnah berjalan, krek! Krayonnya patah! Bagaimana ya kelanjutan ceritanya?
Setelah beberapa hari tidak pulang, akhirnya abi datang. Yeay! Abi membawa sesuatu. Apa itu?
Bulan dan Sabit biasa berjalan kaki setiap pagi. Mereka ingin mencoba pengalaman baru. Kali ini mereka akan mendaki bukit! Masalahnya, keadaan di sana tidak mudah bagi Sabit. Apa yang dialami Sabit?
Nubi membeli seruling dengan uang tabungannya. Setiap hari, dia meniup seruling itu. Namun, Pak Kumis marah-marah. Apa yang terjadi, ya?
Alif mendapatkan beberapa buah Papua di pasar. Ibu meminta Alif menghitung dulu buahnya. Oh, buahnya ada dalam beberapa jenis kantong. Banyaknya di setiap kantong berbeda-beda. Alif menghitung satu per satu, Hmm adakah cara yang lebih cepat? Apakajh Alif menyukai buahnya?
Libur telah tiba. Ayah dan Ibu mengajak Alif berlibur ke Taman Nasional Bantimurung, Di sana banyak kupu-kupu berwarna-warni yang beterbangan. "Lihat! Ada kupu-kupu yang hingap di batu." "Wah, ada kupu-kupu yang datang lagi." Ayah dan Ibu mengajak Alif menghitung kupu-kupu tersebut. Bagaimana ya cara Alif menghitungnya?
Alif bersemangat untuk bertemu orang utan morio. Saat berangkat Alif diminta menghitung kartu pengenal yang diperlukan. Namun ia kebingungan. Ayah membuat permainan "berapa banyak?" untuk membantu Alif menghitung. Mereka memainkan permainan ini selama perjalanan. Bagaimana caranya, ya? Berhasilkah Alif bertemu morio?
Liburan ke Yogyakarta kali ini, Ayah dan Ibu mengajak Alif ke Malioboro. Ternyata ada banyak jajanan tradisional khas Yogyakarta di sana. Ketika akan mengambil jajanan dari piringnya, Alif merasa kebingungan. Sebaiknya Alif memilih piring yang mana, ya?
Alif membantu Nenek berjualan sala lauak di Harau. Namun, Alif mengalami kesulitan menghitung banyaknya sala lauak yang tersisa. Kata Ibu, ada cara rahasia agar Alif bisa tahu lebih cepat. Wah, caranya bagaimana ya? Apakah Alif berhasil menggunakan cara rahasia dari Ibu?