Kak Hana dan Zaid pergi berkunjung ke rumah Asma untuk mengembalikan buku. Mereka berdua mengetuk pintu rumah Asma. Tapi, sempat tidak ada jawaban dari dalam rumah hingga mereka ingin memutuskan untuk pulang. Meski begitu, dari kunjungan tersebut, mereka berdua jadi bisa menerapkan adab-adab ketika bertamu. Ingin tahu adab-adab bertamu? Simak buku ini ya...
Kak Hana dan Zaid sarapan sebelum sekolah. Ketika makan, Zaid berkata, "Ayam goreng Ibu enak sekali tetapi rasa sayurnya aneh." Kak Hana menegur Zaid untuk tidak mengatakan hal itu lagi. Kenapa ya? Sebenarnya apa saja adab makan sesuai sunnah? Yuk, simak buku ini!
Saking asyiknya bermain, Zaid dan teman-temannya tidak menyadari sikap mereka menganggu kegiatan anak-anak di masjid. Kelakuan ini juga bukan termasuk adab yang baik di dalam masjid. Apakah yang mereka lakukan?
Saat libur akhir pekan, Ayah mengajak Zaid pergi berkunjung ke rumah sahabat lama Ayah. Di tengah perjalanan, Zaid melihat anak yang mengendarai motor dan menerobos lampu merah. Yuk, kita simak kisah perjalanan Zaid dan Ayah dalam buku ini!
Setelah shalat subuh, Zaid masih terlihat mengantuk. Zaid tidak bisa tidur. Ternyata Zaid telah bermimpi buruk. Zaid tidak tahu bahwa dalam Islam terdapat adab-adab ketika bermimpi. Apa saja adab-adab tersebut?
Zaid sedang membantu Kak Hana membersihkan debu di rumahnya. Hatsyiii... Zaid bersin, nih! Ternyata bersin ada adab dan doanya, lho! Kalau bedanya dengan menguap apa, ya? Apa benar kalau tidak menutup mulut ketika menguap nanti setan bisa masuk? Yuk, simak cerita Zaid dan kak Hana!
Rani semangat membantu Ibu memasak daging kurban untuk anak-anak di panti asuhan. Tapi sebuah kesalahan kecil membuat jarinya terluka dan Rani tak bisa ikut membantu lagi. Apa yang bisa Rani lakukan agar tetap bisa berkontribusi? Siapa yang akhirnya membantu Ibu memasak dalam jumlah besar?
Di tengah reruntuhan keterbatasan, Faris tetap menyambut Iduladha dengan semangat. Namun, tak semua orang bisa merayakannya dengan layar. Ada teman yang tak punya pakaian untuk salat dan ada yang tidak kebagian makanan. Apa yang dilakukan Faris saat melihat mereka kesulitan? Mengapa ia rela berbagi, meski dirinya sendiri tidak punya banyak? Sebuah kisah hangat tentang persahabatan dan ketulusan…
Hari Raya Iduladha seharusnya jadi hari penuh berkah. Tapi tidak bagi Fahri. Usaha milik ayahnya sepi karena semua orang sibuk memasak daging kurban sendiri. Fahri cemas, apakah mereka akan mendapat rezeki hari ini? Namun, sebuah ketukan pintu mengubag segalanya. Siapa yang datang? dan bagaimana akhirnya Fahri justru bisa berbagi ke anak-anak lain?
Ada yang selalu dinantikan Didit dan adiknya di musim dingin. Apalagi kalau bukan bermain salju! Di depan rumah Didit ada sebuah taman bermain yang bisa mereka gunakan sebagai arena seluncur salju.